Langsung ke konten utama

Ya Allah, Kenapa Nasibku Begini ? 😭

Kamu sedang di ambang keputus asaan ? Kamu capek dengan semua yang terjadi ? Kamu ingin menyerah ? Wait.....


Sadar atau tidak sadar, tiap hari kita berdoa biar dosa kita diampuni. Sadar atau tidak sadar, tiap hari kita minta dijauhkan dari neraka, didekatkan dengan surga.

Jrenggg...!! Begitu Allah kasi jalan agar doa kita bisa terkabul..?? Loh, ternyata kita malah mengeluh (?)

Mungkin pahala shalat kita jauh dari 'pas'. Mungkin pahala puasa kita sama sekali nggak cukup. Mungkin pahala ngaji kita ternyata nggak ada apa-apanya. Dan bahkan ternyata semua sudah habis terkikis, disebabkan dosa-dosa kita. Atau malah semua kebaikan yang kita lakukan, nothing (?) Karena nggak ada niat di awalnya (?) 

Sebab itulah Allah kasi kita masalah.
Allah buat hati kita sesak, kesel, sebel, perih, sakit, atau bahasa lebaynya, hancur, cur, curr.. Supaya kita bisa sabar, supaya pahala kita mengalir dari kesabaran.
Tapi ?
Ternyata ?
Hff.. Lagi-lagi kita mengeluh.

Lantas dengan cara apa lagi Allah kabulkan doa yg kita minta tadi ? 
Kurang sayang apalagi Allah sama kita ?
Allah sayang!
Sayaaaaaaaaannnggg banget sama kita. Jaauuh lebih sayang daripada kasih sayang orang tua ke anaknya.

Lalu kenapa begitu Allah nampakin cara-Nya menyayangi, kita malah merasa tersiksa? Malah mengadu sama Dia,
"Ya Allah, kenapa nasibku begini ???!!!"
"Kenapa harus aku yang begini ???!!!"

Hmm..
Seandainya malaikat disamping kita bisa kita dengar suaranya, mungkin kita dengar ucapan:
"Ya ampuuuunnn, Fulaan, kamu itu gimana sih, Allah udah sayang banget sama kamu, kamu aja yang gak sadar, kamu aja yang gak peka, kamu kurang merenungkan. Sadar, pliiss sadaar!"  ( -____-   ")

Sabar itu cuma 5 huruf. Kita gak diminta untuk nambahin lagi.
Kalimat, "Kurang sabar apalagi aku?", itu salah.
Karena sabar gak bisa ditambah, dan gak bisa dikurang.

Cukup,
              S A B A R !

Kita harus mengerti apa itu sabar, supaya kita bisa sabar. Jadi gak sembarangan ngomong tentang 'sabar'.

Allah udah ceritain sejelas-jelasnya kisah kesabaran Nabi Ayyub, kita pasti udah sering denger, bahkan mungkin kita ceritain sama anak kecil, tapi kita gak renungin betapa luar biasanya kisah nyata itu.

Itu NYATA loh, bukan dongeng kayak cerita Cinderella atau Putri Salju.
Coba kita renungkan lagi, yuk! ^^

#catatanhatimawaddahkhairiyah

_____
Ditulis pada, 21 Juni 2020.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kagum

"KAGUM" *** Sore menjelang malam. Citra beristirahat dari tugasnya, berjalan menuju meja di sudut ruang, membuka laci, lalu mengambil handphonenya. Seperti biasa, ia membuka media sosial favoritnya, Instagram. Ketika iseng melihat 'explore', ia menemukan sebuah video dari seseorang yang tak dikenalnya. Tiba-tiba ia terkejut dan terbelalak, sembari berkomentar penuh takjub, "Ya Ampun! Kok bisa sih?" Diputarnya video tersebut berulang-ulang. Masih dengan penuh ketidakpercayaan. Penasaran. Akhirnya ia mencari tahu pemilik video itu. Sebut saja Fulan. Semakin ia melihat video-video si Fulan, semakin ia berdecak kagum. "Ya ampun, kok bisa? Gimana caranya? Kok bisa gitu ya? Kok bisa kepikiran buat video kayak gitu? Ya ampun,  orang ini makan apa sih? Gimana caranya? Aku gak abis pikir. Gila! Kreatif banget! Gila! Parah! Ini belajar berapa lamaa ampe bisa begini? Apa otodidak? Waah.. Gila sih!  Parah! Kerenn! YA AMPUN, KEREN BANGET!!...

Satu Detik ke Depan

"SATU DETIK KE DEPAN" Angin mengarak awan hitam. Keadaan di luar jendela kamar menjadi gelap seketika. Anak-anak yang tengah asik bermain bola dan mengendarai sepeda di halaman satu-persatu beranjak pergi. Tiba-tiba rombongan tetesan air menyerbu, jatuh tanpa kenal ampun dari langit. Tak hanya itu, mereka datang disertai cahaya-cahaya khas seperti sedang difoto menggunakan blitz, disusul suara keras seperti suara tembakan yang dipenuhi hawa menakutkan. Seketika keadaan itu memaksa langkah kaki untuk segera menutup jendela, menarik tirai, agar cahaya blitz dan suara menyeramkan itu tak terlihat dan jelas terdengar lagi. Padahal baru beberapa menit yang lalu panas matahari mendera. Tapi kini suasana berbalik seketika. Ya, seperti itu kehidupan. Tak ada yang tahu apa yang akan terjadi satu detik ke depan. Baru kemarin rasanya berkumpul, bercerita, bermain dan bercanda, serta mengukir kisah dengan mereka, teman-teman dan adik-adik di Pondok Nurul Jannah -...