Langsung ke konten utama

Satu Detik ke Depan

"SATU DETIK KE DEPAN"


Angin mengarak awan hitam. Keadaan di luar jendela kamar menjadi gelap seketika. Anak-anak yang tengah asik bermain bola dan mengendarai sepeda di halaman satu-persatu beranjak pergi. Tiba-tiba rombongan tetesan air menyerbu, jatuh tanpa kenal ampun dari langit.

Tak hanya itu, mereka datang disertai cahaya-cahaya khas seperti sedang difoto menggunakan blitz, disusul suara keras seperti suara tembakan yang dipenuhi hawa menakutkan. Seketika keadaan itu memaksa langkah kaki untuk segera menutup jendela, menarik tirai, agar cahaya blitz dan suara menyeramkan itu tak terlihat dan jelas terdengar lagi.

Padahal baru beberapa menit yang lalu panas matahari mendera. Tapi kini suasana berbalik seketika.

Ya, seperti itu kehidupan. Tak ada yang tahu apa yang akan terjadi satu detik ke depan.

Baru kemarin rasanya berkumpul, bercerita, bermain dan bercanda, serta mengukir kisah dengan mereka, teman-teman dan adik-adik di Pondok Nurul Jannah - Bekasi. Kini aku kembali ke rumah ini, dengan segala aktivitas yang jauh berbeda dengan semua aktivitas di Pondok sana.

Masih seperti kemarin, aku masih sangat teramat rindu. Rindu semua suasananya.

Tapi ini kehidupan. Apa pun dan dimana pun kita berada, kita harus menjalaninya. Karena inilah kehidupan. Ada pertemuan, ada perpisahan. Satu hal yang perlu kita ingat, perpisahan ini barulah perpisahan kecil. Kita akan mengalami perpisahan besar, ketika nanti waktu misterius itu tiba.

Hargai dan nikmati tiap detik yang terus berjalan ke depan ini, karena esok hari saat kita merindukannya ia tak akan bisa berjalan mundur; walau sedetik pun. Ukir cerita-cerita terbaik, agar kelak menjadi kenangan yang indah dan baik.‎

Semoga semakin hari semakin banyak pelajaran dan hikmah yang kita dapat dari setiap detik kehidupan yang dianugerahkan Allah kepada kita. Aamiin :')

#catatanhatimawaddahkhairiyah

_______
Di tulis pada,  24 September 2016.

Komentar