"BERUBAH"
Yang terdengar hanya suara kipas tua yang tak henti menoleh ke kanan dan ke kiri sejak pagi hari. Jarum jam yang menunjukkan pukul 5 sore pun seolah membisu.
Gadis berjilbab orange itu termenung. Pikirannya kembali ke masa lalu tanpa bisa ia hentikan. Dicarinya buku harian lusuh kesayangannya, pulpen hadiah temannya dari Korea, dan sandal putihnya yang paling nyaman. Segera ia mencari langit di ujung kapal tua yang tak lagi beroperasi.
"Mengapa tak lagi seperti dulu? Mengapa semuanya berubah tanpa sedikitpun sama lagi? Mengapa begitu asing? Mengapa seolah aku tak pernah sedekat itu? Mengapa hanya seperti mimpi yang berlalu? Mengapa seperti bukan bagian dari perjalanan hidupku? Apa ia amnesia? Tidak. Tapi mengapa sejauh ini?", Teriaknya dalam hati.
Butiran air matanya mengalir, dadanya sesak tak tertahan lagi, tangisannya pun pecah mengalahkan suara ombak yang menghantam pinggiran kapal tua.
Setelah puas meneriakkan semua pertanyaan lewat butir-butir air matanya, tiba-tiba hembusan angin laut seolah berbisik,
"Setiap keadaan akan selalu berubah. Waktu yang kau lalui tak kan pernah sama. Jangankan pribadi, tiap tahun kau pulang kampung berlebaran pun pasti banyak yang berubah dari suasana kampungmu.
Rumput yang kemarin hijau, esok hari akan berubah menjadi bangunan-bangunan megah. Ayam-ayam kesayangan peliharaan bapakmu pun esok hari akan jadi santapan lezat di hari raya. Apatah lagi kapal tua ini, esok ia pun enggan mendengar curahan hatimu lagi.
Sudah! Jangan menanyakan pertanyaan yang sama lagi! Pulanglah! Kau pun tahu setiap pribadi hanya punya dua telinga, ia juga punya beban kehidupannya sendiri-sendiri. Sebenarnya kau hanya sedang dilatih Pencipta-mu, agar terbiasa mencurahkan segala isi hatimu hanya kepada-Nya. Hanya Ia yang tak pernah berubah. Sejak dulu hanya Satu, Maha Mendengar segala isi hati, Maha Mengerti, Maha Memberi segala solusi, Maha Tak Pernah Cuek dan Selalu Peduli, kapan pun, dimana pun, dibutuhkan tak dibutuhkan.. selalu Ada. Dirimu saja yg tak menyadarinya."
Ia terdiam. Air matanya ia seka. Buku hariannya ia tutup. Curahan hatinya hari itu ia sudahi. Kisah sedihnya pergi bersama matahari terbenam.
#catatanhatimawaddahkhairiyah
_______
Di tulis pada, 28 Mei 2017.
_______
Di tulis pada, 28 Mei 2017.

Komentar
Posting Komentar