Langsung ke konten utama

Siapa Aku?

"SIAPA AKU ?" 


Ku lihat sekelilingku.
Luas. Ramai.
Ku perhatikan setiap orang yang ku lihat.
Style-nya, gerak-geriknya, sorot matanya.
Dan aku mulai sibuk menilai dalam benakku.
Hey! Siapa aku?
Apa hakku menilai mereka?
Mengapa aku memperhatikan orang lain, sementara aku mengabaikan diriku sendiri?
Mengapa aku sibuk menilai orang lain, namun lalai terhadap diriku sendiri?
Tak hanya di dunia nyata, dunia maya bahkan lebih menggangguku.
Yang selalu ku pikirkan adalah keadaan sekitarku.
Bahkan saat shalat sekali pun, yang ku ingat adalah orang-orang lain dan segala urusan-urusanku.
Mengapa aku tak merenungkan diriku sendiri?
Siapa aku?
Siapa yang menciptakanku? 
Siapa yang menciptakan semua orang-orang ini?
Apa sebenarnya tujuan hidupku?
Sampai kapan aku akan berada di tempat ini?
Seperti apa akhir hayatku?
Bagaimana setelah aku tiada?
Apa aku akan hilang?
Aku terlalu santai, hingga aku lupa, hingga aku lalai, bahwa keberadaanku di dunia ini ada maksud dan tujuannya.
Aku sibuk dengan aktivitasku, sibuk dengan pikiranku, bahkan sibuk dengan urusan orang lain. Padahal tanah yang ku pijak tidak akan selamanya diam dan tenang.
Mawaddah, kelak jasadmu ini tidak ada lagi. Kelak namamu, fotomu, tulisan-tulisanmu, ingatan orang lain tentang dirimu, akan hilang, lenyap, pergi bersama dengan waktu. Kamu hanya akan jadi kenangan pilu, yang segera ditenggelamkan waktu.

Merenunglah!

أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُونَ
"Maka apakah kamu mengira, bahwa Kami menciptakan kamu main-main (tanpa ada maksud) dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?" (QS. Al-Mu'minun [23] : 115)

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
"Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku." (QS. Adz-Dzariyat [51] : 56)

#catatanhatimawaddahkhairiyah

_______
Ditulis pada,  28 Oktober 2018. 

Komentar

  1. masyaalllah sukak sama kata kata nya kak😍😍 izin copy ya kak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah :)
      Boleh. Tapi saya akan lebih senang kalau dicopy dengan mencantumkan sumber aslinya :)

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ya Allah, Kenapa Nasibku Begini ? 😭

Kamu sedang di ambang keputus asaan ? Kamu capek dengan semua yang terjadi ? Kamu ingin menyerah ? Wait..... Sadar atau tidak sadar, tiap hari kita berdoa biar dosa kita diampuni. Sadar atau tidak sadar, tiap hari kita minta dijauhkan dari neraka, didekatkan dengan surga. Jrenggg...!! Begitu Allah kasi jalan agar doa kita bisa terkabul..?? Loh, ternyata kita malah mengeluh (?) Mungkin pahala shalat kita jauh dari 'pas'. Mungkin pahala puasa kita sama sekali nggak cukup. Mungkin pahala ngaji kita ternyata nggak ada apa-apanya. Dan bahkan ternyata semua sudah habis terkikis, disebabkan dosa-dosa kita. Atau malah semua kebaikan yang kita lakukan, nothing (?) Karena nggak ada niat di awalnya (?)  Sebab itulah Allah kasi kita masalah. Allah buat hati kita sesak, kesel, sebel, perih, sakit, atau bahasa lebaynya, hancur, cur, curr.. Supaya kita bisa sabar, supaya pahala kita mengalir dari kesabaran. Tapi ? Ternyata ? Hff.. Lagi-lagi kita mengeluh. Lantas dengan cara apa la...

Kagum

"KAGUM" *** Sore menjelang malam. Citra beristirahat dari tugasnya, berjalan menuju meja di sudut ruang, membuka laci, lalu mengambil handphonenya. Seperti biasa, ia membuka media sosial favoritnya, Instagram. Ketika iseng melihat 'explore', ia menemukan sebuah video dari seseorang yang tak dikenalnya. Tiba-tiba ia terkejut dan terbelalak, sembari berkomentar penuh takjub, "Ya Ampun! Kok bisa sih?" Diputarnya video tersebut berulang-ulang. Masih dengan penuh ketidakpercayaan. Penasaran. Akhirnya ia mencari tahu pemilik video itu. Sebut saja Fulan. Semakin ia melihat video-video si Fulan, semakin ia berdecak kagum. "Ya ampun, kok bisa? Gimana caranya? Kok bisa gitu ya? Kok bisa kepikiran buat video kayak gitu? Ya ampun,  orang ini makan apa sih? Gimana caranya? Aku gak abis pikir. Gila! Kreatif banget! Gila! Parah! Ini belajar berapa lamaa ampe bisa begini? Apa otodidak? Waah.. Gila sih!  Parah! Kerenn! YA AMPUN, KEREN BANGET!!...

Satu Detik ke Depan

"SATU DETIK KE DEPAN" Angin mengarak awan hitam. Keadaan di luar jendela kamar menjadi gelap seketika. Anak-anak yang tengah asik bermain bola dan mengendarai sepeda di halaman satu-persatu beranjak pergi. Tiba-tiba rombongan tetesan air menyerbu, jatuh tanpa kenal ampun dari langit. Tak hanya itu, mereka datang disertai cahaya-cahaya khas seperti sedang difoto menggunakan blitz, disusul suara keras seperti suara tembakan yang dipenuhi hawa menakutkan. Seketika keadaan itu memaksa langkah kaki untuk segera menutup jendela, menarik tirai, agar cahaya blitz dan suara menyeramkan itu tak terlihat dan jelas terdengar lagi. Padahal baru beberapa menit yang lalu panas matahari mendera. Tapi kini suasana berbalik seketika. Ya, seperti itu kehidupan. Tak ada yang tahu apa yang akan terjadi satu detik ke depan. Baru kemarin rasanya berkumpul, bercerita, bermain dan bercanda, serta mengukir kisah dengan mereka, teman-teman dan adik-adik di Pondok Nurul Jannah -...